3 Wanita Dicintai Allah & Perbuatan yang Tidak Disukai-Nya

3 Wanita Dicintai Allah & Perbuatan yang Tidak Disukai-Nya

Smallest Font
Largest Font

Dalam Al-Qur’an telah dijelaskan mengenai golongan wanita dicintai Allah SWT. Bukankah Kita semua ingin termasuk ke dalam golongan tersebut? Mereka merupakan golongan orang yang akan mendapatkan pertolongan dari segala kesulitan, kabar gembira dari kesedihan, keamanan dari segala ketakutan dan kepastian dari setiap keraguan yang hadir. Di bawah ini merupakan tiga golongan manusia yang dicintai oleh Allah SWT.

Wanita Dicintai Allah

photo: Naisha Hijrah

Wanita dicintai Allah pertama, adalah orang yang bersabar

photo: Naisha Hijrah

Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 153 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Allah SWT mencintai orang yang bersabar, karena merekalah telah membuktikan bahwa cinta yang mereka miliki tulus untuk Allah ta’ala. Mereka pulalah orang yang berhasil lolos dari berbagai ujian dan rintangan.

Oleh karenanya, marilah kita berusaha untuk bersabar ketika sedang menghadapi suatu permasalahan. Karena Allah juga tau seberapa jauh kemampuan kita dalam menghadapinya.

Wanita dicintai Allah kedua, adalah golongan orang yang bertakwa.

photo: Naisha Hijrah

Allah SWT berfirman yang artinya “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertakwa” (QS Attaubah : 07)

Al-Qur’an  telah memberikan gambaran yang jelas tentang ciri mereka, yaitu mereka yang beriman dengan yang gaib, dengan mendirikan shalat, beriman terhadap agama Islam ynag telah diwahyukan kepada Rasulullah SAW, dan kitab-kitab sebelumnya, serta menginfakkan sebagian dari harta mereka. Dan tentunya mereka juga harus meyakini bahwa akan adanya hari kiamat, seperti yang didefinisikan di QS Al-Baqarah ayat 3 dan 4. Itulah ciri-ciri orang yang bertakwa yang dicintai oleh Allah Swt..

Wanita dicintai Allah ketiga, adalah golongan orang yang berbuat kebaikan.

photo: Naisha Hijrah

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 13 yang artinya,”Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”.

Orang yang berbuat baik senang berbuat kebaikan merupakan salah satu golongan manusia yang dicintai oleh Allah. Dalam ayat itu juga telah disebutkan bahwa memaafkan, termasuk perbuatan baik yang dicintai Allah SWT.

Semoga Kita senantiasa masuk ke dalam golongan-golongan tersebut dan selalu diberikan ketetapan Iman. Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin.

Wanita dicintai Allah; Apa Saja Perbuatan yang Tidak Disukai Allah?

Dalam Al Quran surat Al Isra sudah di sebutkan dari ayat 22 – 38 beberapa perbuatan tidak disukai Allah SWT. Dibawah ini Naisha telah menguraikannya, mari kita simak Bersama.

Berikut  ini merupakan penjelasan 10 Perbuatan yang Amat Dibenci Allah.

Pertama, adalah larangan bagi umat muslim untuk mempersekutukan Allah (syirik), yang tercantum dalam (QS al-Isra: 22)

لَا تَجْعَلْ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُوْمًا مَّخْذُوْلًا

Artinya: “Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).”

Perbuatan ini adalah berpuatan yang tidak disukai bahkan dibenci oleh Allah SWT, mempersekutukan Allah adalah termasuk dosa besar dan bisa di katakan perbuatan syirik yang membuat seseorang keluar dari Islam. Untuk itu kita bertaubat jika kita sadar perbuatan kita menyimpang dari ajaran agama Islam dan semoga Allah memberi ampunan bagi kita.

Kedua, Kita juga dilarang untuk berbuat buruk atau durhaka kepada orang tua. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS al-Isra: 23-24.

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

Ketiga, adalah menunaikan hak orang miskin. Allah SWT berfirman,

وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا

Artinya: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (QS al-Isra: 26).

Perbuatan boros dan membuang-buang uang adalah hal yang tidak baik, sedangkan di sekeliling kita banyak fakir miskin oleh karenanya boros adalah perbuatan yang tidak disukai Allah SWT. Perlu kita ketahui bahwa nantinya harta yang kita memiliki akan dipertanggung jawabkan kita gunakan untuk apa saja harta tersebut.

Keempat, Allah tidak menyukai perbuatan kikir. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran,

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً اِلٰى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَّحْسُوْرًا

Artinya: “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS al-Isra: 29).

Kelima, Allah SWT melarang kita untuk membunuh anak karena takut kemiskinan,

وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيْرًا

Artinya:  “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS al-Isra: 31).

Setiap manusia yang lahir di dunia sudah memiliki rezeki sendiri dari Allah AWT, maka jika kita yakin bahwa Allah sudah menjamin rezeki manusia, maka tidak perlu ada kekhawatiran dalam diri. Apalagi sampai membunuh anak karena takut kemiskinan hal ini merupakan perbuatan tidak disukai Allah dan merupakan dosa besar.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Paling Banyak Dilihat